Bandung – Steering Committee (SC) Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat resmi menetapkan tema besar Muswil, "Transformasi Keumatan Menuju Jawa Barat Istimewa", sebagai arah strategis organisasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Jawa Barat, mulai dari persoalan kemiskinan, krisis nilai, hingga disrupsi digital.
Keputusan tersebut
ditetapkan dalam rapat Steering Committee yang berlangsung di Sekretariat HMI
Jalan Sabang Nomor 17, Kota Bandung, Minggu (5/7).
Rapat dipimpin Ketua SC
Muswil VII KAHMI Jawa Barat dr. Asad, S.P., THT, KL., serta
dihadiri Sekretaris SC Dr. Ahmad Zakiyuddin, Presidium KAHMI Jawa
Barat Prof. Fauzan Ali Rasyid dan Dodi Ferdiana
Kusnandar, serta anggota SC Prof. Aden Rosadi, Prof. Hariman Surya,
Dr. Leni Marliani, Dr. Nani Kurniasari, dan Elih Halimah. Dari Organizing
Committee (OC) hadir Sekretaris OC Dr. Burhanuddin H. dan
Wakil Bendahara OC Dr. Teti Ratnasih.
Menjawab
Tiga Tantangan Besar Keumatan
Ketua SC Muswil VII KAHMI
Jawa Barat, dr. Asad, menjelaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar
slogan, melainkan panggilan strategis bagi KAHMI untuk mengambil peran lebih
nyata dalam pembangunan masyarakat.
"Mengapa transformasi
keumatan? Karena umat hari ini menghadapi tiga tantangan besar, yaitu
kemiskinan, krisis nilai, dan disrupsi digital. Data BPS menunjukkan tingkat
kemiskinan Jawa Barat masih berada pada angka 7,17 persen pada Februari 2025.
Kondisi ini membutuhkan gerakan kolektif yang mampu menghadirkan solusi
nyata," ujarnya.
Menurutnya, KAHMI sebagai
organisasi intelektual dan keumatan memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi
motor perubahan yang menghadirkan gagasan, kolaborasi, dan aksi nyata.
"KAHMI tidak boleh
berhenti pada kegiatan seremonial. Kita ingin melahirkan gerakan transformasi
yang memperkuat umat, baik secara spiritual, intelektual, sosial, maupun
ekonomi. Dari masjid, kampus, hingga desa harus tumbuh pusat-pusat pemberdayaan
masyarakat," tegas Asad.
Tiga
Pilar Transformasi Menuju Jawa Barat Istimewa
Presidium KAHMI Jawa
Barat, Prof. Fauzan Ali Rasyid, menjelaskan bahwa Muswil VII tidak hanya
menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk
menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pembangunan Jawa Barat.
Menurutnya, tema "Transformasi
Keumatan Menuju Jawa Barat Istimewa" diterjemahkan ke dalam tiga
agenda transformasi utama.
Pertama, transformasi
sumber daya manusia, melalui revolusi pola pikir, penguatan karakter,
peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan kompetensi agar masyarakat
Jawa Barat mampu bersaing di tengah perubahan global.
Kedua, transformasi
ekonomi, yang diarahkan pada pembangunan ekonomi berbasis kesejahteraan
rakyat, penguatan kewirausahaan, pemberdayaan UMKM, ekonomi syariah, serta
pengembangan ekonomi digital yang inklusif.
Ketiga, transformasi
politik, yaitu mendorong tata kelola pemerintahan yang demokratis,
berintegritas, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat sehingga
mampu memperkuat kualitas demokrasi dan pelayanan publik.
"Transformasi
tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata KAHMI dalam mewujudkan Jawa Barat
Istimewa sebagaimana visi pembangunan yang sedang dikembangkan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat," ujar Prof. Fauzan.
Desa
Insan Cita Menjadi Model Pembangunan Desa
Selain menetapkan tema
besar Muswil, Steering Committee juga menyepakati Desa Insan Cita sebagai
salah satu gagasan strategis sekaligus luaran kebijakan Muswil VII KAHMI Jawa
Barat.
Konsep Desa Insan
Cita dikembangkan sebagai model transformasi tata kelola desa yang
menempatkan desa sebagai ruang implementasi nyata pembangunan keumatan dan
pembangunan nasional.
Model tersebut
mengintegrasikan lima dimensi utama pembangunan desa, yaitu:
- pendidikan karakter masyarakat;
- penguatan ekonomi lokal berbasis
potensi desa;
- tata kelola pemerintahan desa
yang profesional dan akuntabel;
- kepemimpinan desa berbasis
kompetensi dan integritas; serta
- partisipasi aktif masyarakat
melalui kolaborasi multipihak.
Melalui konsep ini, desa
dipandang sebagai miniatur negara. Ketika desa memiliki tata kelola yang baik,
masyarakat yang berkarakter, ekonomi lokal yang produktif, serta kepemimpinan
yang kuat, maka pembangunan nasional akan memiliki fondasi yang semakin kokoh.
Sebagai tindak lanjut,
Muswil VII akan menghasilkan Roadmap Desa Insan Cita, yaitu dokumen
konseptual yang menjadi acuan pengembangan model desa berbasis pendidikan
karakter, ekonomi produktif, tata kelola pemerintahan yang baik (good
governance), dan partisipasi masyarakat. Dokumen tersebut diharapkan
menjadi dasar kolaborasi antara KAHMI Jawa Barat dengan pemerintah daerah,
perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan
lainnya dalam mengembangkan desa-desa percontohan di Jawa Barat.
Muswil
Hasilkan Rekomendasi Kebijakan
Sekretaris SC Muswil VII,
Dr. Ahmad Zakiyuddin, mengatakan Muswil VII KAHMI Jawa Barat akan
diselenggarakan pada 8–9 Agustus 2026 di Grand Asrilia
Hotel, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung.
Selain membahas Laporan
Pertanggungjawaban (LPJ) Presidium dan memilih Presidium KAHMI Jawa Barat
periode berikutnya, Muswil juga diarahkan untuk menghasilkan sejumlah
rekomendasi strategis bagi pembangunan Jawa Barat.
Beberapa luaran yang
dipersiapkan antara lain rekomendasi kebijakan mengenai transformasi sumber
daya manusia, ekonomi, politik, serta model konseptual dan Roadmap Desa
Insan Cita sebagai program kolaborasi KAHMI Jawa Barat bersama pemerintah
dan berbagai pemangku kepentingan.
"Muswil bukan hanya
forum memilih kepemimpinan baru, tetapi juga forum menghasilkan gagasan dan
rekomendasi strategis yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami
berharap lahir kepemimpinan baru sekaligus program-program yang berdampak
langsung bagi umat dan pembangunan Jawa Barat," ujar Zakiyuddin.
Melalui Musyawarah Wilayah VII ini, KAHMI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan transformasi keumatan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, sehingga terwujud Jawa Barat yang lebih maju, berdaya saing, dan istimewa.

0 Komentar